_____ fighting!_______
Seorang manusia hanya mau “DIHARGAI” tanpa mau bersusah payah “MENGHARGAI” orang lain.Bukan kah seorang guru besar mengatakan bahwa
“HARGAI ORANG LAIN dulu JIKA engkau MAU DIHARGAI”
DIHARGAI hanyalah hadiah karena kita mau MENGHARGAI orang lain.Untuk itu MENGHARGAI lebih tinggi nilainya dibanding DIHARGAI .
Ini adalah sepenggal cerita tentang pentingnya MENGHARGAI orang lain.
MENGHARGAI
Hari itu hari libur hari dimana semua pelajar diam di rumah untuk beistirahat atau untuk mengerjakan tugas mingguannya seperti mencuci sepatu yang sudah kotor karena tanah, mencuci baju seragam yang sudah seminggu menggantung di balik pintu atau mencuci kaos kaki yang warna dan baunya sudah tak bisa dibedakan dengan sampah.Wuekssc….!!!!
Tapi tidak bagi Bintang seorang siswi sekolah menengah atas yang harus mengerjakan tugas kelompok bersama teman-temannya hari minggu ini.Karena tak mau cape Bintang menawarkan rumahnya sebagai tempat belajar. Awalnya Bintang sangat antuasias mengajak teman-temannya untuk belajar di rumahnya,tetapi ketika hari minggu pagi melihat orang tuanya tak bersemangat menyambut kedatangan teman-temanya Bintang berubah pikiran, “yang seadanya saja ya nak ?” sahut ibunya. Mendengar itu ingin rasanya Bintang menelepon teman-temannya dan bilang bahwa hari ini ia tak bisa menjadikan rumahnya sebagai tempat untuk belajar,tapi kemudian Bintang berpikir lagi tak mungkin ia melakukan itu semua, kasihan mungkin diantara mereka sudah ada yang dalam perjalanan menuju rumah Bintang.
Bintang berasal dari keluarga sederhana,ia bersekolah di sekolah yang bisa dibilang sekolah elite, ayah ibunya hanyalah seorang Pegawai Negri Sipil yang gajinya tak seberapa dibanding orang tua dari teman-temannya.
Bintang berpikir keras dan akhirnya hanya menemukan kepasrahan,Ia memang harus menerima teman-temannya hari ini dalam keadaan seadanya.Tiba-tiba dari luar tampak beberapa orang temannya sudah memanggil namanya berulang kali.Berusaha melupakan masalah yang tadi Bintang mempersilahkan mereka masuk.Ke tiga teman yang baru datang ini adalah anak-anak yang sangat baik mereka tak pernah melihat teman dari pangkat golongan atau pekerjaan orang tua,,mereka selalu baik pada Bintang.Tak lama kemudian muncul teman-teman Bintang yang lain yang tampaknya agak kesal karena menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mencapai rumah Bintang yang terletak di pelosok pedesaan kecil di tengah-tengah sebuah kota besar di Negara Indonesia ini.Bintang persilahkan mereka masuk ikut bergabung dengan teman-teman bintang sebelumnya yang sudah datang terlebih dahulu.
Mereka saling bercuap-cuap bergembira ria bersama sementara Bintang di dapur sibuk berdiskusi dengan orang tua nya tentang menu yang akan mereka sajikan pada teman-teman Bintang hari ini.Akhirnya dengan sisa uang sekolah kemarin Bintang meminta tolong adiknya untuk pergi ke warung membeli beberapa snack makanan ringan,
Lalu Bintang dan teman-temannya nampak sibuk mengerjakan tugas nya dalam sebuah kamar kecil.Dalam kamar itu kira-kira 10 orang masuk dan berdiskusi bersama.Bintang menyelidiki semua teman-temannya tampaknya tak ada yang risih dengan tempat yang sempit ini.Keadaan ini membuat Bintang agak tenang.
Jam makan siang pun berbunyi perut kekeruwukan telah memanggil meminta untuk diisi.Tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan orang tuanya tiba-tiba di ruang keluarga.Tampak lauk-lauk yang cukup enak bagi Bintang (karena tiap harinya ia hanya makan tempe ,tahu atau nasi goreng) ada telur,kangkung pedas dan ikan goreng yang kering.Tapi tidak bagi beberapa teman Bintang.Lauk ini lebih sederhana dan sangat terkesan seadanya.Melihatnya Bintang pilu.Ia tak selera makan,tapi kemudian terhibur melihat ada beberapa diantara mereka yang bersemangat mengahargai masakan ibunya tersebut.
Bintang menyadari ia hanyalah “ORANG KECIL” diantara teman-teman nya yang lain yang “BESAR”. Orang besar yang sulit menghargai orang lain,Bintang sadar meringkuk meratapi nasib adalah sesuatu hal konyol yang bodoh.Ia tak mungkin tega bilang kepada ibunya bahwa sebagian dai teman-temannya tak suka terhadap lauk yang disajikan Ibu.Sungguh tak tega Bintang mengiris hati ibunya seperti itu.Bintang tahu bahwa cukup dirinya lah yang sakit menghadapi sikap teman-temannya yang BESAR ..
Terselip rasa kesal dalam hatinya tetapi ia tahu dendam bukan lah jalan terbaik.Pelajaran terbaik yang dapat ia ambil dari kejadian ini adalah “TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN DAPAT MEMBUAT SAKIT HATI,DAN DENDAM YANG HANYA AKAN MEMELIHARA MUSUH”
SEKIAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar