Kamis, 26 Desember 2013
Rabu, 21 Agustus 2013
Diam dalam sangkar emas
Tuhan, perasaan ini
ada lagi..
Dan rasanya masih sama
Sakit ..
Gak dianggap itu sakit sekali
Dahulu
Sejak sekolah menengah awal ataupun menengah atas
Semua tetap samaaaa
Aku kembali merasa tidak dianggap dalam komunitas ku sendiri
Oh Tuhan...
Haruskah aku menjadi manusia yang pasif?
Aku Cuma mau belajar bersosialisasi
Hanya ingin belajar berorganisasi
Huufff...
Akuu cape ya Tuhan
Mungkin memang harusnya aku hanya bersembunyi di balik
sangkar emas ku
Karena duniaku memang bukan bersama mereka di dalam komunitas
itu
Tetapi
Tetap sakit ini rasanya tetap sama
Tetap SAKIT.
K-DRAMA - I CAN HEAR YOUR VOICE -
Holiday.
Sangat menyenangkan mendengarnya. Sejak aku duduk di bangku
sd, smp, sma, hingga kini aku menyandang status mahasiswa, bahkan mungkin
sampai nanti ketika aku sudah bekerja, aku akan tetap menyukai yang namanya
H-O-L-I-D-A-Y atau liburaaaan !!!!!! Yeaaah :p
Hobiku banyak, bahkan mungkin ketika suatu kegiatan tertentu
sedang musim, aku akan mendadak melakukan hal itu sebagai hobi baruku. Hem
ngerti gak maksudnya?!
Katakanlah menonton film adalah hobiku yang monoton, monoton
itu artinya datar kan? Datar itu berarti sama saja dengan itu itu saja, artinya
dari dulu sampai sekarang, menonton tetap menjadi hobi ku. Yeahaha muter-muter
..
Oke langsung saja. Liburan seorang mahasiswa yang berbulan-bulan
“Yihhaaa!!” Aku bukan siswa lagi tapi suda MAHA~siswa! Jadi liburannya pun MAHA
hhhaa... walaupun liburanku tidak se-MAHA mahasiswa lain, liburan ku hanya 1
bulan saja.. “Libur satu bulan,, oh indahnya.. libur satu bulan oh
indahnya....... *tiba tiba backsound cinta satu malam berdering keras
Dan..
Liburan kali ini lagi lagi aku isi dengan menonton film
hingga larut dan berlazy~ria ketika siang hari.. hhaa .. Tau gaaaaa? Film (drama)
yang baru saja aku tonton berasal dari negeri gingseng, yap Korea Selatan.
Aktor dan aktrisnya cling cling kaya keramik kamar mandi yang abis dikasih
pembersih keramik nomor satu di Indonesia, “Beuuh!! ngerti kan maksudnya?”
Kulitnya liciiin banget plus putih tanpa ada panu kurap kudis atau yang lainya!”
Judul dramanya adalah “I CAN HEAR YOUR VOICE”
Chinese Title: 聽見你的聲音
Also known as: I Can Hear Your Voice
Genre: Romance, Fantasy, Comedy, Thriller, Crime, Mystery
Episodes: 18
Broadcast network: SBS
Broadcast period: 2013-June-05 to 2013-Aug-01
Air time: Wednesday & Thursday 22:00
Main Cast
Lee Bo Young as Jang Hye Sung
- Kim So Hyun as Jang Hye Sung (young)
Lee Jong Suk as Park Soo Ha
- Goo Seung Hyun as Soo Ha (child)
Yoon Sang Hyun as Cha Kwan Woo
Lee Da Hee as Seo Do Yun
- Jung Min Ah as Do Yun (young)
Mengenai sinopsisnya nih aku kasih sedikit gambaran yak?
Seorang gadis SMA yang baru saja diperlakukan tidak adil
oleh anak majikannya yang tak lain adalah teman satu sekolahnya, telah
melakukan tindakan paling WOW buat anak seusianya, dia berani menjadi saksi
dalam kasus pembunuhan bapak yang tidak dia kenal, gadis ini hanya merasa harus
menolong anak kecil dari bapak yang menjadi korban pembunuhan ini, akhirnya
karena kesaksian gadis berseragam ini. Si pembunuh berhasil dijebloskan ke
penjara. Tentunya -karena ini sebuah drama- si pembunuh tersebut mempunyai
dendam kesumat yang sungguh dalam terhadap gadis ini ”Emm... kalo diukur ukur
daleman mana yak ama sumur di samping rumah?”
Setelah sekian tahun berlalu, sang gadis sudah tumbuh
menjadi seorang yang dewasa, kini profesinya adalah seorang pengacara publik, “Dann tadaaaa!!!”
Ini yang bikin bulu kuduk berdiri terkagum kagum, si anak kecil tadi ternyata
sudah tumbuh menjadi remaja yang SUEEEPEEER GUANNTENGG MENN ! “cckk .. Moso
terkagum-kagum bulu kuduk yang berdiri?!”
Yaa. Karena takdir dari sang sutradara, si gadis dan si anak
kecil dipertemukan kembali dan sang pembunuh pun mengintai kehidupan mereka
untuk balas dendam, Eitts jangan lupa, si anak kecil yang telah berubah predikat
jadi remaja sueeper ganteng pun punya dendam kesumat ama si pembunuh ayahnya
tersebutt..
Satu lagi yang kita “ber-ckck-ria” adalah si sueeper
guanteng mempunyai keahlian spesial yang tidak dimiliki orang lain
Yaitu..........
I CAN HEAR YOUR HEART’S VOICE
Pingin tahu apa yang akan terjadi diantara mereka? Nonton
ajee ndiriii wohoho J
Terlepas dari sinopsis diatas, gimana kalau itu terjadi di
dunia nyata , tanpa skenario sutradara, tanpa ada pengeditan adegan, atau tanpa
ada “Cut aaaaaand Action!?”
Hemm tentu kita akan sangat membutuhkan earphone atau
headset, “Ya kan?”
Karna tentu selain
suara orang yang dapat didengar, kita juga dapat mendengar suara orang-orang
yang tidak bisa didengar orang lain, bayangkan betapa sangat amat dan
benar-benar gaduh! Rieeeut mun orang sunda ngomong mah :P
Tetapi mungkin, seru juga, karena kita dapat mencegah
seseorang berbuat jahat, kita bisa tahu jika seseorang sedang berbohong atau
berkata jujur pada kita, hheem atau atau mungkin, kita bisa mengetahui kata
hati yang sebenarnya dari orang yang kita suka.. Bener kan?
Hahaaa... segala sesuatu memnag selalu ada baik buruknya..
mereka saling melengkapi satu sama lain hhihi..
Tetapi berharap bagi siapa pun manusia yang benar-benar
dianugrahi kekuatan seperti ini oleh Allah SWT, hendaknya menggunakan kemampuan
nya agar bisa berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Hehe :D
Nah ku ucapkan selamat mencari dvdnya dan menontonya ,
ingat! Jangan lupa beribadah, makan, minum, mandi, dan beristirahat ! Kalau
dipanggil orang tua pas lagi adegan seru di pause aja dulu ya! Datangi dulu
sang pemanggil lalu tanya “Iya mah/pah ada apa?” hhee
Jumat, 26 Juli 2013
Elamazaya berbagi
Assalamualaikum Wr.Wb
Tidak bermaksud ria atau apapun itu, aku yang senang menulis, ingin menuliskan sesuatu hal yang sangat bisa menjadi pelajaran bagi saya
Siang itu adalah hari Jumat, masih berada pada bulan Allah yang penuh berkah, Ramadhan. Didalam rumah Allah kami berkumpul, melakukan kegiatan mentoring bersama pementor kami, dalam tempat suci-Nya yang begitu nyaman kami bersama memperdalam ilmu agama. Setelah selesai mentoring , tiba-tiba tercentus dari salah seorang dari kami, sebut saja namanya Sheila(Eh, itu emang namanya :p) untuk mengadakan kegiatan sosial, “Mumpung bulan Ramadhan!” katanya sumringah. Aku yang mendengar rencana mulia itu pada awalnya sangat bersemangat menanggapinya, tetapi kemudian terdiam lagi memikirkan bukankah butuh dana yang tidak bisa disebut sedikit jika mau mengadakan kegiatan sosial, sedangkan anggota mentoring ini hanya ada 7 orang, yang ketujuh-tujuhnya hanya mahasiswa biasa tanpa penghasilan sendiri, tidak lucu bukan meminta dana pada orang tua kami masing-masing untuk menutupi dana yang kami patok sekitar 1 juta rupiah.Terpikir usaha untuk mengumpulkan dana, lagi-lagi aku terpaku, bagaimana bisa dana terkumpul untuk kegiatan yang rencananya saja dadakan, dan deadlinenya sangat cepat. (kami memutuskan akan mengadakan buka puasa bersama dengan anak panti, pada hari senin di minggu berikutnya). Sedikit ragu, (Tidak ! tidak sedikit! Bahkan banyak ragunya!), aku hanya takut kegiatan ini nantinya malah tidak maksimal. Tapi anggota kami yang keras kepala tetap berkeinginan untuk meneruskan niat kami ini, dia bilang “Kita harus yakin, biar orang lain juga yakin sama kita!”. “Hufff.. Bismillah kita jalan cari dana sekarang!” aku bersama 2 orang anggota mentoring lainnya, berencana akan keliling kampus menemui teman-teman, yang siapa tahu bisa membantu kami.
” Yah siapa tahu ..”
Bagaikan sales door to door yang menjajakan dagangannya, hanya saja kami tidak punya barang yang akan didagangkan, tanpa proposal atau apapun itupun, kami menghampiri teman-teman, mengawali dengan salam kemudian menuturkan rencana kami yang ingin melakukan kegiatan sosial dan langsung to the point meminta bantuan dana. Aku yang bertugas menampung dana mereka, dan teman ku yang satunya lagi (Sebut saja Ratih .. hhee itu emang namanya :p) yang mencatat pemasukan kami. Sekitar 1,5 jam berjalan person to person not door to door, aku tercengang, entah ini dapat dana dari mana saja, tiba-tiba dana yang kami targetkan sudah tertutup hampir setengahnya. “Tuh kan,..” kata Sheila. Two Thumbs up untuk teman aku yang satu ini, semangatnya, keyakinannya, mencerminkan anak muda. Jujur, aku jadi malu sendiri, karena merasa cuma anak muda dengan banyak keraguan dan pertimbangan. Mungkin jika aku memaksakan keraguan pada awal, rencana ini hanya akan jadi rencana. Dan kami bertiga memutuskan untuk membulatkan semuanya. Bismillah, ada Allah....
Hari kedua, aku dan Sheila mengunjungi panti yang akan kami kunjungi, setelah berbincang dengan bapak Acep, salah seorang perwakilan pengurus panti ini mengatakan senang jika ada yang mau berkunjung dan berbuka bersama anak-anak. Perkataan itu membuat aku makin bulat ingin melakukan kegiatan ini, aku ingin mengenal mereka, bercengkrama dengan mereka, mereka yang lebih kecil usianya dari aku tetapi bebannya sudah sebegitu besar, hidup tanpa memiliki orang tua. Bapak Acep berkata sebaiknya kami melakukan buka bersama ini pada hari selasa saja, karena pada hari senin (rencana awal kami), sudah ada kegiatan yang sama di panti ini. Aku dan sheila sebenarnya tidak masalah, tetapi ke 4 teman ku yang lain tidak dapat menghadirinya, jika kegiatan ini dilakukan pada hari selasa. Dengan menuliskan “Rencana buka puasa bersama” pada buku tamu milik panti (belum fiks, kegiatan ini akan berlangsung), kami pamit pulang karena akan mencari dana lagi. Dengan keramahan, Bapak Acep mengantar kami hingga pintu.
Sambil duduk-duduk santai di bangku salah satu mall dekat dengan lokasi panti, aku dan Sheila berbincang. Aku berpikir,bagaimana ini? Masa kita melakukan tanpa mereka semua, sedangkan jika kita mencari tempat lain untuk buka bersama tak mungkin, karena aku tidak tahu panti lain.” Kemudian aku bujuk ke 4 teman ku, 2 orang tidak bisa ikut karena satu sakit dan satunya lagi ada agenda lain yang menjadi tanggung jawabnya. 2 orang lain menjawab bersedia untuk menghadiri kegiatan ini. Akhirnya, aku mengirim pesan konfirmasi pada Bapak Acep, bahwa kami Insya Allah jadi datang pada selasa sore untuk mengadakan buka puasa bersama anak-anak panti. Berharap Bapak Acep mencoret kata Rencana pada buku tamu, karena kami sudah fiks. Bismillah aku yakin, karena aku mau, Allah pasti tahu...
Pada H-1 persiapan sudah hampir rampung, pesanan nasi box sudah fiks, tinggal mencari dana sisanya untuk segera diberikan pada mamanya Sheila, yang kebetulan bisa membantu kami dalam hal nasi box-nya. Hingga siang hari dana yang kami butuhkan masih kurang sekitar 5% lagi. Tetapi lagi-lagi, Allah menolong, mama Sheila bersedia untuk menalangi dahulu sementara kekurangan dananya. Pada hari selasa, teteh pementor mengabarkan mendapat dana, yang jumlahnya sangat pas untuk menutupi 5 % kekurangan dana kami. Subhanallah... rampunglah rencana kami, tinggal saja mengambil nasi box dan berjalan menuju panti. Akan tetapi, yang awalnya kami akan berangkat tanpa 2 orang teman kami yang berhalangan, sehingga kami berangkat berlima, kembali kehilangan 1 orang karena tiba-tiba saja tidak bisa datang. Aku sedikit lemas mendengarnya, bagaimana kita jika cuma berempat? Tetapi Alhamdulilah, Allah menggantikan 3 orang teman kami yang berhalangan dengan 2 orang lainnya. Terima kasih ya Allah...
“Oke, kita berangkat!”
Dan sekitar pukul 17.00 kami sampai di tempat tujuan, kami awalnya sangat takut tidak bisa diterima disini. Tetapi, apalah artinya selama beberapa hari kebelakang hal-hal yang telah kami kerjakan demi acara ini jika begini saja kecut nyali kami. Salam pembuka kami haturkan, senyum ramah kami suguhkan, berharap kita merekat satu sama lain.Acara demi acara berjalan lancar, hingga merasa tak ada jarak anatara kami, khusnya aku dengan para anak panti, aku berbaur tertawa dengan mereka. Diantara rawa riuh kami bersama mereka. Aku menangis dalam hati, mensyukuri nikmat Allah, yang masih memberikan hidup untuk kedua orang tua ku, Allah yang masih memberika kekuatan pada orang tuaku untuk bisa membiayai ku. Senang tak terkira hari ini, aku bisa melihat anak-anak tegar ini tertawa, berceloteh, bercanda dan berbaur bersama kami. Tanpa terasa Magrib pun datang. Kami berbuka puasa bersama. Sholat magrib berjamah. Kemudian menutup kegiatan ini dengan saling bersalaman.
Tak ada bingkisan, kami hanya membawa nasi box yang dimakan bersama, dan kami hanya membawa niat ketulusan ingin merangkul mereka dan merasakan tertawa bersama mereka.
Terima kasih pada Allah, Pemilik semuanya, Maha Pengatur segalanya, Maha Tahu segalanya, Maha Pemberi dan Maha Penyayang yang telah membuat segalanya nyata, segalanya yang kecil kemungkinan menjadi terjadi. Kepada teman-teman Elmazaya, pada tangan-tangan yang telah membantu di segala segi sehingga semuanya lancar. Terima kasih Doanya :'D
Wasallamualaikum Wr Wb
Kamis, 03 Januari 2013
KUTUKAN SEBELAS MENUJU 2012
Hy!
2013 telah datang!
Happy New Year yaa! eits.. tapi aku mau berbagi tentang kisah Elevana si gadis ABG yang kena 11 kutukan ketika menuju 2012.. Nah apa ada diantra kalian yang mendapat 12 kutukan pada waktu tahun baru 2013 ini? Wah jangan sampai ya!..
KUTUKAN SEBELAS MENUJU 2012
Ibu Peri :
“Di dunia ini, ada anak yang bersifat baik dan bersifat buruk. Saya adalah
seorang ibu peri yang diberi tugas untuk menyadarkan anak yang bersifat buruk. Dan target ibu peri kali ini
adalah Elevana.”
Elevana
Bratayudha adalah seorang siswi di salah satu SMA swasta ternama di Jakarta.
Elevana sangat pemalas, galak, jutek dan kerjaannya hanya bermain-main Dia
memiliki dua sahabat, Clara Yudiyono dan Velove Vexia. Mereka menempatkan diri
mereka sebagai geng metropolitan.
Hari ini, 31 Desember 2011
merupakan hari terakhir di tahun 2011
Suatu siang, sebelas jam menuju
tahun 2012 di kantin sekolah, Elevana, Clara, dan Velove sedang makan di
kantin. Tiba-tiba, Fitri tidak sengaja menumpahkan minumannya ke baju Elevana
Ibu Peri :
“Elevana inilah kesialan pertama untukmu!”
Brukk…
Velove dan Clara : “Oupsss..” (mengelap baju Elevana)
Elevana : “Ihh, jadi kotor nih baju gue!
Euuuh!”
Fitri : “Eh, maaf… Aku nggak sengaja.”
Elevana :
“Ihh, lu sih! Awas-awas!”
Tiba-tiba, teman-teman yang lain
menertawakan Elevana.
Hahahahahahahaha..
Elevana :”Ih, kenapa sih kok pada ngetawain
gue!!”
Velove :
“Aduh-aduh Van, lu parah banget!”
Clara :
“Lu tembus tau!”
Elevana :
“Hahhh? Mati gue!” (Melihat rok bagian belakangnya)
Tiba-tiba, muncul seorang laki-laki.
Rangga : “Nih pake!” (Mengikatkan jaketnya
ke pinggang Elevana lalu pergi)
Elevana langsung berlari menuju kamar mandi, Velove dan Clara mengikuti
dari belakang. Elevana pun mengganti pembalutnya di kamar mandi.
Ibu Peri : “Elevana… Elevana
kasihan sekali kamu! Tapi inilah kesialan mu
yang kedua!”
Setelah
itu, mereka kembali ke kelas. Di perjalanan menuju kelas, Elevana tiba-tiba
terjatuh.
Elevana :
“Aduuh, sakit siapa sih yang buang kulit pisang disini!”
Clara : “Ya ampun Elevana
lu ga apa-apa kan?”
Rangga : “Eh lu gapapa ? Sini
gue bantuin!” (mengulurkan tangan)
Velove :
“Ehh, cepetan yuk, kayaknya udah ada guru ni!”
Elevana :
(berdiri tanpa menghiraukan bantuan Rangga) "Ayo!”
Sesampainya
di kelas, ternyata sudah ada Bu Poni, seorang guru fisika yang terkenal paling
killer dan galak di kalangan siswa-siswi.
Elevana : “Assalamualaikum, ibu permisi!”
Ibu Poni : “Walaikumsalam, darimana kalian?”
Clara : “Elevana, tembus bu.”
Hahahahahaha….
Ibu Poni : “Yaudah cepat duduk!”
Elevana,
Clara dan Velove duduk di tempat masing-masing.
Ibu Peri :
“Nah selanjutnya, hukuman buat anak yang malas mengerjakan tugas!”
Ibu Poni : “Keluarkan tugas kalian! Ibu akan
menyuruh seorang anak maju ke depan kelas! (melihat buku absen) Yak nomor absen
sebelas, Elevana Bratayudha!”
Elevana : “Mampus, gue! Gue lupa ga ngerjain tugas lagi, gimana
dong? Kalian harus bantuin gue!”
Velove : “Aduh, gue juga belum
van, udah maju aja dulu!”
Clara : “Iya maju dulu aja deh van,
daripada bu Poni marah.”
Ibu Poni : “Ayoo, Elevana maju ke depan!”
Elevana : (Maju ke depan kelas) “Ibu, saya ga
bisa mengerjakan tugasnya.”
Ibu Poni : “ Macam mana kau ini! Tidak
belajar kau rupanya! Berdiri kau di pojok kelas!”
Elevana :
“Tapi bu..”
Ibu Poni : “Tak ada tapi tapi , sudah cepat!”
Elevana : “Baiklah bu!”
Bel sekolah pun berbunyi, seluruh murid
bergegas untuk pulang.
Ibu Poni : “Ya.. pelajaran
telah berakhir. Jangan lupa acara kita
nanti malam, merayakan tahun baru di alun-alun!”
Anak-anak :
“Baik, buuuu!”
Satu persatu murid-murid dan bu
Poni meninggalkan ruang kelas.
Elevana : “Ih, sial amat ya gue hari ini,
pulang yuk guys, nanti sore jangan lupa jemput gue! Biar malemnya kita langsung
dugem!”
Clara : “Okey..!”
Velove :
“Ehh, Clara jadi nebeng gue gaa? Tuh, sopir gue udah jemput.. yuk cabut! Duluan
yaaa Elevanaa dadah…”
Elevana pun berjalan sendirian ke tempat
parkir lalu ia melewati lapangan basket.
Ibu Peri :
“Elevana selamat menikmati kesialan mu selanjutnya!”
Tiba-tiba… Duuugggg
Elevana : “Aduuuuuuuuuh, sakit!
Rangga : “ Eh, sorry gue ga sengaja! Maaf
yaaaaa..”
Elevana : “Huuuuu, kaki gue…”
Rangga : “Ia, maaf-maaf banget gak sengaja.
Sini-sini gue bantuin!”
Elevana : “Gausah gausah… gue bisa sendiri”
Elevana
pun langsung meninggalkan Rangga sendirian.
Elevana : “Sial banget sih gue, kaki gue
sakit lagi.. Gimana nih, nanti malem clubbing? Mana pake highheels lagi, masa
gue ke clubbing tanpa high heels!”
Ibu Peri :
“Uang bukanlah segalanya Elevana! Setelah ini kamu akan merasakan kehilangan
sesuatu yang selalu kamu andalkan!”
Tiba
tiba dari arah timur seorang pencopet menghampiri Elevana, dan mengambil tas Elevana.
Elevana : “Copppppppppppppeeeeeeeeeeeetttttttttttt!
Gimana gue bisa pulang ini? Aduuhhhhhh… Sialan tuh copet!!”
Tiba-tiba
ibu Poni menghampiri Elevana yang sedang menangis.
Ibu Poni : “Mengapa kamu menangis, nak?”
Elevana :
“Dompet saya dicopet Bu.”
Ibu Poni : “Kok bisaaa? Yaudah kamu jangan
nangis lagi yah, ayo pulang bareng ibu!”
Sore
harinya, Velove dan Clara mengunjungi rumah
Elevana, sekaligus mereka mempersiapkan diri merayakan malam pergantian tahun.
Clara : “Elevana, kaki lu kenapa?”
Elevana : “Terkilir, tadi kena bola basket,
terus gue kecopetan pula, untung bu Poni nolongin gue!”
Velove : “Ih, aneh deh, lu perasaan sial terus!”
Clara : “Em, tunggu deh,
ketumpahan, tembus, kepeleset, ketimpuk bola, kecopetan, lu kayanya kena
kutukan deh!”
Ibu Peri :
“Nah hamper mendekati tuh! Emmm.. sebenarnya sih bukan kutukan lebih tepatnya
ini pelajaran buat kamu Elevana ku yang cantik!”
Elevana : “Kutukan? Hari
gini kutukan?!”
Velove : “Eh tapi siapa tahu bener, emang menurut lu kutukan apa?”
Velove : “Apaan tuh kutukan sebelas?”
Clara : “Iya, jadi orang
akan kena kesialan beruntun selama 11 jam!”
Ibu Peri :
“Cuma sebelas jam Elevana sayang, bukan seumur hidup kok!”
Elevana : “Hah?”
Velove : “Kutukan sebelas? Emm.. Elevana.. Tuh kan apalagi nama lu mengandung arti kata
sebelas!”
Elevana : “Ih, kalian tuh
apaan sih! Elevana itu karena gue lahir tanggal 11 bulan sebelas! Bukan karena gue punya 11 kutukan!”
Velove : “Bentar deh, lu tadi pertama kali
sial jam berapa?”
Elevana : “Emm... Sekitar
jam satu siang gitu.”
Clara :
“Kutukan itu kan berlangsung selama sebelas jam. Wah, berarti kesialan itu bakalan berakhir tepat
jam dua belas malam pas tahun baru nanti!”
Elevana : ‘Ih, kalian makin ngaco deh! mending sekarang kita siap-siap
pergi clubbing!”
Clara : “ Ya sudahlah
aku pulang dulu ! sampai ketemu ketemu diskotik jam 8!”
Velove :
“ Okeeeee, aku juga pulang yah bye..’’
Pada malam harinya Clara dan Velove sampai terlebih dahulu di club, sementara itu Elevana sedang di pintu masuk club tersebut.
Ibu Peri :
“Elevana kamu itu kerjanya clubbing terus! Ckck sayang sekali kamu tidak bisa
clubbing malam ini!”
Petugas :
“Selamat malam.’’
Elevana :
“Malam.”
Petugas :
“Maaf bisa
tolong perlihatkan KTP anda?’’
Clara : “Ini Pak punya saya.”
Velove : “Ini ini punya saya Pak.”
Elevana :
“Sebentar Pak.’’
Petugas : “Mana?’’
Elevana :
“Aduh dompet gue mana yah? Kok ga ada?
Kemana yah?’’
Petugas :
“Anda membawa KTP tidak?’’
Elevana :
“Maaf pak sepertinya dompet saya tertinggal dirumah.’’
Petugas :
“Maaf peraturan di club ini jika tidak memperlihatkan KTP
tidak diperkenankan masuk!’’
Elevana : “Yang bener pa?’’
Petugas :
“Iya maaf.’’
Velove : “Dompetnya lu taro mana sih?”
Clara : “Jangan-jangan lu masih simpen di
kamar?”
Elevana : “Eh, kan dompet gue kecopetan tadi
siang! Arghhh..!”
Velove : “Ooww.,.Pokoknya gue
tetep mau masuk terserah deh lu mau masuk gimana! Gue harus ketemu orang di dalam!
Penting!”
Clara : “Iah Va gue juga pengen masuk,
kita duluan ya, maaf banget loh, ntar kita ketemu di alun-alun yah.”
Velove : “ Iah gitu aja gimana Va? Gak
apa-apa kan lu?”
Elevana :’’Ah,
haduhhh sial banget gu
kali ini ga boleh masuk! Terus gimana dong?”
Velove : “Yaudah lu tunggu kita
aja di luar, udah yah gue mau masuk ni, dadah!!”
Clara : “Nanti gue bbm-in deh kalo udah
beres”
Akhirnya
Velove and Clara masuk ke dalam diskotik. Sedangkan elevana jalan-jalan sendiri
disekitar diskotik dengan muka sedih.
Elevana
: “Yah terus gue mau kemana nih?” (dengan muka memelas)
Tiba-tiba
Rangga melintas di depan elevana.
Rangga : “Elevana?”(memberhentikan motornya
tepat di depan Elevana) Ngapain lo disini? Lo ganti profesi jadi pengemis ya?
Hahaha…”
Elevana : “Enak aja! Gue ga boleh masuk
diskotik nih!”
Rangga :
“lah, kenapa? Ga bisa bayar?’’
Elevana : “Bukaaaaaaan, KTP gue hilang
oncom!”
Rangga : “Yaudah, kalo gitu mending lu ikut
gue aja!”
Elevana : “Kemana?”
Rangga : “Udah lu ikut aja! Cepet naik!”
Akhirnya
Elevana dan Rangga meninggalkan tempat tersebut. ternyata Rangga mengajak Elevana
ke alun-alun. Disana teman-temannya belum semuanya datang .
Elevana :’’Eh
kenapa sih lu baik sama gua? Padahalkan gua selalu jahat sama lu.’’
Rangga :’’ em.. emang salah yah kalo gua
baik sama lu? Baik sama orang kan dapet pahala!’’
Elevana : ’’ iyaa juga sih.. “
Rangga :
“Eh eh kenapa sih lu jahat banget sama gua? apa salah gua?”
Elevana : “Gatau..” (Menggelengkan kepala)
Rangga : “Dasar aneh lu, yaudah lah gausah
dipikirin.”
Rangga :
“Hey malam ini indah banget yah!”
Elevana : ‘’Iyaaa tapi sayang ga ada yang
spesial dihati gua!”
Rangga : “Kalo gua jadi orang yang ada di
hati lu gimana?”
Elevana : “Ih apa sih lu? Bercanda terus!”
Rangga : “Gua ngomong serius kali!”
Elevana : “Apa maksud lu?”
Rangga : ‘’Elevana sebenernyaaaaaaaaaa…”
Elevana : “Sebenernya apa?”
Rangga : “Sebenernya gua suka sama lu!”
Elevana : “Ha? Kalo emang lu suka sama gua ,
kenapa lu ga pernah deketin gua?”
Rangga : “Gua sebenernya selalu perhatiin
lu diam-diam tapi lu aja ga pernah nyadar lu sih terlalu cuek!”
Elevana : “Kalo emang lu perhatian sama gua,
buktinya apa?”
Rangga : “Rumah lu dijalan mawar nomor
sebelas kan?’’
Elevana : “Ha?”
Rangga : ‘’Lu suka nyiram tanaman kan kan
kalo sore hari? Lu punya ade cowo kan ? Bokap lu namanya Pak Bedi ? Lu lahir
bulan sebelas tanggal 11 kan?”
Elavana : “Waw.. Rangga gak nyangka? Itu
semua bener!”
Rangga : “Kan gua udah bilang, gua selalu
merhatiin lu, dasar LEMOT!”
Elevana : “Ih gua masih ga percaya deh, ko
lu tau semua tentang gua sih ? Eh.. jangan-jangan gua mandi lu juga tau lagi!”
Rangga : “Ih, kok lu tau sih?”
Elevana : “Ha? Jadi beneran? Berarti lu
ngintipin gua?”
Rangga : “Ya nggak lah dasar oncom!”
Elenvana : “Jadi?”
Rangga : (menggenggam tangan elevana) “Elevana
boleh ga gua jadi orang yg spesial di hati lu?”
Elevana : “Rangga lu nembak gue?”
Rangga :”Iya gue sayang sama lu, lu mau kan
jadi pacar gue?”
Elevana
pun yang semula sangat cuek pada Rangga, mulai luluh hatinya karena ternyata Rangga
begitu memperhatikannya.
Elevana : “Rangga, makasih ya lu udah
perhatian sama gue. Gue ga nyangka lu sebaik ini. Tapi…”
Rangga : “Tapi apa??”
Elevana : “Tapi.. Maaf banget kayanya gue
nggak bisa deh..”
Rangga : “Hah? Nggak bisa?”
Elevana : “Iya, gue nggak bisa nolak lu.”
Rangga : “Jadi… Sekarang kita jadian?”
Elevana : (mengangguk pelan) “Iyaa..”
Akhirnya
Elevana dan Rangga pun menjadi sepasang kekasih. Tanpa disadari, dari tadi
Velove, Clara, Ibu Guru dan teman-teman yang lain mendengar pembicaraan mereka.
Clara dan Velove : “Cieeeeeeeee……… suit-suit!”
Elevana : “Loh kok kalian ada di sini?
Kalian tadi jahat banget sih ninggalin gue sendirian!”
Velove :
“Iya sebenernya kita sengaja ninggalin lu soalnya kita udah tau kalau Rangga
mau nembak lu!”
Clara : “Beberapa hari yang
lalu, kita merencanakan penembakan ini!”
Elevana : “Ya ampun, jadi kalian
bersekongkol?”
Ibu Poni : “Rangga, jaga Elevana baik-baik
yaa.. Walaupun dia malas mengerjakan tugas, tapi sebenarnya dia anak yang baik.”
Rangga : “Baik, Bu..”
Clara : “Eh, udah mau tahun baru nih!! Ayo
kita hitung mundur!”
Semua : “5, 4, 3, 2, 1…..
Happy New Year!!!” (meniup terompet) “Yee….
Welcome 2012!!”
Ibu Guru : “Nah, kan ini tahun baru, jadi
mari kita tinggalkan segala keburukan di tahun sebelumnya. Mari kita membuka
lembaran baru dengan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.”
Semua : “Baik, Bu………..”
Elevana : “Aku janji, aku akan menjadi orang
yang lebih baik lagi. Aku akan rajin belajar dan tidak malas lagi!”
Ibu Peri :
“Akhirnya,mereka pun menghabiskan malam pergantian tahun dengan sukacita. Berakhirnya
tahun 2011 menandakan telah berakhirnya pula tugasku untuk mengubah Elevana menjadi pribadi yang lebih
baik. Akhirnya kamu mendapatkan pasangan yang tepat. Saatnya aku pulang!”
Langganan:
Postingan (Atom)

