Kamis, 16 Agustus 2012

INDONESIA


Negara kepulauan terbesar di dunia ini adalah negeri saya tercinta. Disana saya lahir, saya di besarkan, saya menuntut ilmu, dan belajar tentang kehidupan. Di umurnya yang sudah 67 tahun ini, dan saya yang kini sudah memasuki usia 18 tahun, saya berharap dewasa kelak bisa berbuat sesuatu untuk membantu membuat Indonesia lebih baik, apapun itu bentuknya saya harus jadi orang yang berhasil dan berbuat untuk bangsa. Insya Allah.. Aaamin

Sewaktu umur saya masih 15 tahun, saya pernah diberi tugas oleh guru bahasa Indonesia saya di SMA –Ibu Sinur Dolok yang terhormat- untuk membuat pidato, dan saya mengangkat tema tentang bobroknya pemerintahan di Indonesia ini. Disitu saya beberkan betapa ramainya layar televisi memberitakan pencuri uang rakyat, dan betapa kotornya permainan politik. Di umur saya waktu itu, saya sangat sedih sekali melihat hal-hal itu terjadi pada bangsa besar seperti Indonesia. Padahal uang-uang itu bisa di pergunakan untuk kepentingan rakyat banyak. Dan waktu banyak yang terbuang sia-sia hanya untuk saling berdebat menjatuhkan partai politik lain, padahal mereka bisa saling berunding satu sama lain untuk memikirkan solusi untuk permasalahan rakyat. Yap itulah pemikiran seorang anak kecil yang masih awam soal politik.

Tiga tahun berlalu, berita bahkan lebih ramai memberitakan kasus kasus korupsi yang terkuak di kalangan pejabat. Hal ini menandakan bahwa Indonesia belum bisa bebenah soal moral. Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia, apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya. (dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Moral).

Menurut saya moral ini penting dalam kehidupan, dengan moral yang baik seseorang mampu membatasi dirinya dari hal-hal negatif. Moral sangat berhubungan dengan agama. Seseorang yang beragama pasti memiliki moral yang baik. Karena saya yakin setiap agama mengajarkan sikap-sikap baik yang harus ditanamkan oleh penganut ajaran agama tersebut. Coba saja, jika setiap orang meyakini, kalau Tuhan itu selalu ada bersamanya, melihat dirinya, mendengar kata hatinya, dan selalu mengetahui apa yang ia lakukan, maka tidak ada orang di dunia ini yang berani melakukan tindakan-tindakan negatif. Mereka pasti takut Tuhan marah dan menghukum mereka di akherat nanti. Tetapi jiwa takut Tuhan ini tidak tumbuh pada orang-orang di jaman sekarang. Saya berharap pemerintah lebih sadar akan azab Tuhan Yang Maha Kuasa, agar mereka lebih bisa mempertanggung jawabkan amanat rakyat.

 Bangsa ini tak sepenuhnya tanggung jawab pemerintah, sebagai rakyat kita juga perlu bebenah moral. Lihat saja, di berbagai daerah Indonesia sering terjadi tawuran. Bukankah bangsa Indonesia mendapat julukan bangsa yang cinta damai. Mengapa kini semua masalah sering berujung adu jotos?. jika rakyat Indonesia tidak juga bebenah moral, saya khawatir budaya cinta damai akan hilang. Jadi yuk sama-sama perbaiki moral kita dengan memegang teguh keyakinan agama kita masing-masing. Saya yakin, moral yang baik dari aspek manusia, dapat membuat bangsa ini maju di segala bidang. Semua orang akan jujur, hukum akan semakin tegak, tidak ada koruptor dan pencuri, akan saling tolong menolong, tidak ada yang merasa anak tiri di negara ini, akan cinta pada sesama manusia, akan terus berjuang di jalan kebaikan, dan Indonesia akan damai. “Bukankah damai itu indah, teman?”. 

Inilah pemikiran seorang gadis berusia 18 tahun yang cinta akan bangsanya. Yang mau bangsanya dipandang dunia sebagai bangsa besar.

 DIRGAHAYU INDONESIA KE 67
“INDONESIA CINTA DAMAI”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar